Cara Menyimpan Makanan agar Tidak Cepat Basi dan Tetap Aman
Makanan matang tidak perlu ditunggu sampai benar-benar dingin sebelum masuk kulkas. Agar tidak cepat basi dan tetap aman, bagi makanan ke wadah dangkal, simpan paling lambat dua jam setelah dimasak—atau satu jam bila suhu sekitar di atas 32°C—dan jaga kulkas pada 4°C atau lebih rendah. Panduan ini menjelaskan cara menyimpan nasi, lauk, makanan bersantan, sayur, buah, serta sisa makanan, termasuk kapan makanan sebaiknya dibuang.
Ingat Tiga Angka Ini: Dua Jam, 4°C, dan Tiga sampai Empat Hari
Cara menyimpan makanan agar tidak cepat basi sebenarnya bisa diringkas menjadi tiga patokan.
Pertama, makanan matang dan bahan yang mudah rusak sebaiknya masuk kulkas paling lambat dua jam setelah dimasak atau dikeluarkan dari pendingin. Jika cuaca sangat panas, sekitar di atas 32°C, batasnya menjadi satu jam.
Kedua, suhu kulkas sebaiknya 4°C atau lebih rendah. Suhu dingin memperlambat pertumbuhan sebagian besar bakteri, tetapi tidak membuat makanan tahan tanpa batas.
Ketiga, sebagian besar sisa makanan matang sebaiknya digunakan dalam tiga sampai empat hari. Jika tidak akan habis, bekukan lebih awal—jangan menunggu sampai hari keempat baru memutuskan.
Perlu diingat: tiga sampai empat hari adalah batas umum untuk makanan yang sejak awal ditangani dengan benar. Kalau lauk sudah berada di meja sepanjang siang, menyimpannya di kulkas pada malam hari tidak otomatis membuatnya aman kembali.
Dinginkan dengan Cepat, Bukan Menunggu Sampai Dingin Total
Salah satu kebiasaan yang perlu diperbaiki adalah membiarkan panci besar berada di meja sampai benar-benar dingin.
Makanan panas boleh dimasukkan ke kulkas. Untuk porsi besar, pindahkan makanan ke beberapa wadah yang tidak terlalu dalam agar panas keluar lebih cepat. Jangan menyimpan satu panci besar berisi sup, soto, gulai, atau sayur lodeh dalam keadaan penuh karena bagian tengahnya akan mendingin lebih lambat.
Urutannya sederhana:
Siapkan wadah bersih yang cukup dangkal.
Bagi makanan menjadi beberapa porsi.
Masukkan ke kulkas sebelum dua jam berlalu.
Setelah dingin, rapikan dan tutup sesuai petunjuk wadah.
Beri nama makanan dan tanggal penyimpanan.
Misalnya, sayur lodeh selesai dimasak pukul 08.00 dan baru akan dimakan lagi malam hari. Jangan biarkan satu panci berada di atas kompor sampai sore. Ambil porsi makan pagi, lalu pindahkan sisanya ke wadah yang lebih kecil dan segera dinginkan.
Pilih Wadah Berdasarkan Fungsi, Bukan Hanya Bentuknya
Wadah tidak harus mahal. Yang penting, wadah tersebut bersih, kering, memang diperuntukkan bagi makanan, ukurannya sesuai, dan dapat ditutup dengan baik.
Untuk lauk, nasi, sayur, dan sup, lebih praktis menggunakan porsi sekali makan. Dengan begitu, kamu hanya mengeluarkan makanan yang akan dihabiskan dan tidak berkali-kali memanaskan seluruh isi wadah.
Gunakan kriteria berikut:
wadah dangkal untuk mempercepat pendinginan;
wadah rapat untuk lauk berkuah atau beraroma kuat;
wadah transparan agar isi mudah terlihat;
ukuran kecil untuk sambal, saus, dan bumbu;
wadah yang aman digunakan pada suhu yang dibutuhkan;
label yang mudah dilepas dan diganti.
Untuk sambal, bumbu halus, saus, dan lauk yang diambil sedikit demi sedikit, selalu gunakan sendok bersih dan kering. Sendok yang sudah dipakai makan dapat membawa sisa makanan dan mikroorganisme ke dalam wadah.
WHO menempatkan pemisahan makanan mentah dan matang sebagai salah satu dari lima prinsip dasar keamanan pangan. Kementerian Kesehatan Indonesia juga menyarankan bahan mentah dipisahkan dalam wadah bersih dan makanan matang diletakkan di atas bahan mentah di dalam kulkas.
Susunan praktisnya:
makanan matang dan siap santap berada di rak atas;
ayam, ikan, dan daging mentah berada di rak bawah;
bahan mentah disimpan dalam wadah tertutup yang tidak bocor;
buah potong dan makanan siap makan tidak bersentuhan dengan kemasan daging mentah;
talenan dan pisau dibersihkan setelah digunakan untuk bahan mentah.
Di sinilah banyak orang keliru. Plastik pasar dianggap sudah cukup sebagai kemasan. Padahal, plastik dapat bocor dan cairannya menetes ke tahu matang, buah potong, sambal, atau makanan lain yang tidak akan dimasak lagi.
Cara Menyimpan Nasi, Lauk, dan Makanan Bersantan
Nasi matang
Nasi perlu diperlakukan lebih hati-hati daripada sekadar mengecek apakah sudah berbau.
Beras mentah dapat mengandung spora Bacillus cereus yang tetap bertahan setelah dimasak. Jika nasi matang terlalu lama berada pada suhu ruang, bakteri dapat berkembang dan menghasilkan zat yang menyebabkan keracunan makanan. Karena itu, FSA menyarankan nasi didinginkan secepat mungkin, idealnya dalam satu jam, disimpan di kulkas, dan dikonsumsi dalam 24 jam.
Cara praktisnya:
keluarkan nasi sisa dari rice cooker jika tidak akan tetap dijaga panas;
bagi ke dalam porsi kecil;
jangan mencampur nasi lama dengan nasi baru;
simpan dalam wadah bersih;
panaskan hanya porsi yang akan dimakan;
pastikan nasi mengepul panas secara merata;
jangan memanaskan nasi lebih dari satu kali.
Jika kamu tidak yakin berapa lama nasi berada di suhu ruang, lebih aman membuangnya. Aroma normal bukan bukti bahwa nasi masih aman.
Lauk matang, sup, dan makanan bersantan
Ayam kecap, ikan, telur, tumisan, sup, soto, opor, gulai, dan sayur bersantan sebaiknya dibagi ke porsi kecil setelah selesai disajikan.
Makanan berkuah dalam panci besar mendingin lebih lambat. Selain itu, membuka panci berulang kali, memasukkan sendok bekas makan, atau memanaskan seluruh isi setiap kali makan membuat pengelolaannya lebih sulit.
Ambil porsi yang akan dimakan, lalu simpan sisanya. Jangan menganggap memanaskan makanan setiap beberapa jam akan “mengulang” masa simpannya. Riwayat waktu dan suhu tetap penting.
Jika kamu memang sering memasak untuk beberapa hari, gunakan sistem komponen dalam artikel meal prep ala Indonesia untuk 3–4 hari. Pisahkan nasi, protein, sayur, sambal, dan kuah agar setiap bagian dapat disimpan dan dipanaskan sesuai kebutuhan.
Sambal dan bumbu rumahan
Tidak ada satu batas waktu yang berlaku untuk semua sambal. Sambal matang, sambal mentah, sambal dengan minyak, dan sambal dengan bahan segar memiliki karakter berbeda.
Gunakan aturan yang lebih aman:
masukkan ke wadah kecil;
gunakan sendok bersih;
jangan menambahkan sisa sambal dari piring ke wadah utama;
beri tanggal;
ambil hanya sebanyak yang akan digunakan;
bekukan sebagian jika membuat dalam jumlah besar.
Cara Menyimpan Sayur dan Buah agar Tidak Cepat Busuk
Air berlebih dapat mempercepat perubahan tekstur pada banyak jenis sayur. Namun bukan berarti semua sayur harus diperlakukan sama.
Untuk sayuran daun, cabai, tomat, dan bahan segar:
pilah bagian yang rusak atau berjamur;
jika dicuci sebelum disimpan, keringkan dengan baik;
gunakan tisu dapur bersih untuk menyerap kelembapan berlebih;
jangan memadatkan daun di wadah yang terlalu kecil;
periksa secara berkala dan keluarkan bagian yang mulai membusuk;
simpan buah potong dalam wadah tertutup di kulkas.
Buah dan sayur tetap perlu dicuci dengan air bersih sebelum dimakan. Produk yang sudah dipotong lebih mudah terkontaminasi dan tidak boleh terlalu lama berada pada suhu ruang.
Misalnya, cabai dari pasar masih basah ketika sampai di rumah. Jangan langsung mengikatnya dalam plastik tertutup. Pilah cabai yang rusak, keringkan permukaannya, lalu gunakan wadah bersih dengan alas penyerap kelembapan.
Atur Suhu dan Isi Kulkas
Kulkas yang terasa dingin belum tentu berada pada suhu yang aman. Cara paling jelas untuk memeriksanya adalah menggunakan termometer kulkas dan menjaga suhu pada 4°C atau lebih rendah. Freezer sebaiknya berada pada −18°C atau lebih rendah.
Jangan mengisi kulkas terlalu padat. Udara dingin perlu bergerak di antara produk agar suhu lebih merata.
Buat zona sederhana:
rak atas: makanan matang dan siap makan;
rak tengah: susu, telur matang, tahu, tempe, dan bahan yang akan segera digunakan;
rak bawah: daging, ayam, dan ikan mentah dalam wadah tertutup;
laci: sayur dan buah;
bagian depan: makanan yang perlu dihabiskan lebih dahulu.
Gunakan prinsip FIFO—first in, first out. Makanan yang lebih lama disimpan diletakkan di depan, sedangkan yang baru berada di belakang.
FoodSafety.gov memberikan batas umum berikut untuk kulkas dengan suhu 4°C atau lebih rendah:
sup dan semur: 3–4 hari;
daging atau ayam matang: 3–4 hari;
hidangan matang berbahan telur: 3–4 hari;
telur rebus: sekitar 1 minggu;
pizza dan makanan matang sejenis: 3–4 hari.
Untuk nasi, gunakan aturan yang lebih konservatif: dinginkan dengan cepat dan habiskan dalam 24 jam.
Batas tersebut bukan target yang harus selalu dihabiskan. Kalau makanan tidak akan dimakan dalam beberapa hari, pindahkan ke freezer lebih awal.
Orang hamil, lanjut usia, anak kecil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah perlu lebih berhati-hati karena akibat penyakit bawaan makanan dapat lebih berat.
Jangan Hanya Mengandalkan Bau
Bau asam, lendir, jamur, warna yang berubah, atau wadah menggembung merupakan alasan jelas untuk membuang makanan.
Namun makanan yang terlihat dan berbau normal belum tentu aman. “Tes cium” tidak dapat mendeteksi semua mikroorganisme yang menyebabkan keracunan makanan.
Buang makanan jika:
berada di suhu ruang lebih dari dua jam;
berada di tempat sangat panas lebih dari satu jam;
kamu tidak tahu kapan makanan dimasak;
suhu kulkas tidak terjaga;
wadah bocor atau terkena cairan bahan mentah;
muncul jamur, lendir, bau tidak normal, atau perubahan warna;
makanan pernah dibiarkan hangat terlalu lama;
kamu ragu terhadap riwayat penyimpanannya.
Jangan mencicipi makanan yang sudah mencurigakan untuk “mengetes” apakah masih aman.
Kapan Perlu Mencari Bantuan Medis?
Gejala keracunan makanan yang umum antara lain mual, muntah, diare, kram perut, dan demam.
Segera hubungi tenaga kesehatan jika muncul:
diare berdarah;
diare lebih dari tiga hari;
demam tinggi;
muntah terus hingga tidak bisa mempertahankan cairan;
buang air kecil sangat sedikit;
mulut dan tenggorokan sangat kering;
pusing ketika berdiri;
gejala berat pada anak, ibu hamil, lansia, atau orang dengan kekebalan tubuh lemah.
Bagian ini bukan pengganti pemeriksaan medis. Jika kondisi terasa berat atau cepat memburuk, jangan menunggu makanan lain di rumah menunjukkan gejala yang sama.
Checklist Satu Menit Sebelum Menutup Kulkas
Setelah memasak:
makanan tidak ditinggalkan lebih dari dua jam;
porsi besar sudah dibagi;
wadah bersih dan sesuai;
nasi sudah didinginkan dengan cepat;
makanan matang tidak bercampur dengan bahan mentah.
Di dalam kulkas:
suhu 4°C atau lebih rendah;
bahan mentah berada di bawah;
makanan lama berada di depan;
setiap wadah memiliki nama dan tanggal;
masih ada ruang untuk sirkulasi udara.
Sebelum makan:
periksa tanggal dan riwayat penyimpanan;
keluarkan hanya porsi yang diperlukan;
panaskan sampai mengepul merata;
jangan menyimpan kembali makanan yang sudah terlalu lama di meja;
buang jika ragu.
Cara menyimpan makanan agar tidak cepat basi bukan soal membeli banyak wadah atau memiliki kulkas besar. Yang paling menentukan adalah mengurangi waktu di suhu ruang, mempercepat pendinginan, menjaga suhu kulkas, mencegah kontaminasi silang, dan tidak memaksakan makanan yang riwayat penyimpanannya tidak jelas.